Flu Babi . . .

April 29, 2009 at 4:29 am | Posted in Health | 2 Comments

swine-fluFenomena zoonotics (penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia, atau yang loncat spesies) memang merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang nyata dan serius saat ini. Setelah kasus flu burung sebelumnya, kini timbul flu babi. Masyarakat Bali tentu lebih khawatir karena banyaknya masyarakat yang menjadi peternak babi selain mengkonsumsi babi itu sendiri. Namun jangan panik karena sampai saat ini belum ditemukan kasusnya di Indonesia.

Flu Babi (swine influenza) adalah jenis penyakit pernafasan yang umumnya menjangkiti hewan ternak babi. Penyakit ini disebabkan oleh influenza tipe A, dimana penyakit ini berpotensi mewabah rutin pada babi dengan frekuensi jumlah kasus cukup tinggi namun jarang menjadi fatal.

Pada akhir Maret 2009 ditemukan kasus virus babi dengan jenis baru yang disebabkan oleh influenza tipe A subtipe H1N1 yang merupakan kombinasi antara flu babi, flu burung, dan flu manusia. Virus baru tersebut memuat materi genetik yang khas ditemukan dalam virus yang menulari manusia, unggas dan babi. Virus ini dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan bisa terjadi penularan antarmanusia. Cara penularannya dapat melalui udara dan kontak langsung antara penderita dan orang terdekatnya.

Terdata flu babi sedikitnya telah menewaskan 81 orang dan menginfeksi sekitar 1.300 orang di Meksiko. Virus ini juga telah merambah ke Amerika Serikat dan menginfeksi 11 orang di California, Texas, dan Kansas.

Penularan flu babi diperkirakan menyebar seperti flu musiman biasanya secara rutin yakni melalui batuk dan bersin. Dengan inkubasi 3 sampai 5 hari, secara umum penyakit ini mirip dengan influenza (Influenza Like Illness-ILI) dengan gejala klinis: demam, batuk pilek, lesu dan letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, terkadang disertai mual, muntah, diare.

Pencegahan memang lebih baik daripada pengobatan. Bagi masyarakat dihimbau untuk mewaspadai dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas apapun. Adakan jarak higienis dengan hewan yang berpotensi terjangkit. Meskipun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi babi, daging babi masih aman dikonsumsi makan dengan syarat harus melalui proses masak matang terlebih dahulu dengan suhu 700C. Karena hingga saat ini belum ada bukti flu babi menular melalui konsumsi daging binatang yang terjangkiti.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Jarak higienis itu berapa donk? Memasak dengan suhu 70 derajat celcius itu selama berapa lama?🙂 peace

  2. Berapa lama, sampai virusnya ga jawab kalo ditanya. . .hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: