Miliaria, Si Biang Keringat

May 4, 2009 at 4:25 am | Posted in Health | 2 Comments
Tags: ,

miliariaBayi anda rewel karena biang keringat. Jangan sampai biang keringat menjadi biang keladi hilangnya tawa dan senyum buah hati anda. Berikut akan sedikit dipaparkan tentang biang keringat yang dalam istilah medisnya disebut miliaria, nama yang indah namun cukup merepotkan.

Miliaria atau biang keringat merupakan gangguan yang terjadi akibat sumbatan saluran kelenjar keringat di kulit. Gangguan ini sering dijumpai pada daerah bersuhu panas dengan kelembaban tinggi seperti di daerah tropis. Namun gangguan kulit ini juga dapat terjadi pada musim dingin akibat penggunaan pakaian yang berlebihan.

Bagaimana terjadinya?

Pencetus utama timbulnya miliaria adalah keadaan dengan suhu dan tingkat kelembaban tinggi yang menyebabkan produksi keringat berlebihan. Tubuh menghasilkan keringat untuk menjaga keseimbangan suhu. Keringat dihasilkan oleh kelenjar keringat ekrin yang terletak di lapisan dermis kulit. Kelenjar ini memiliki saluran yang menghubungkannya ke dunia luar untuk membuang panas melalui keringat. Bila tubuh terus memproduksi keringat berlebihan, sedangkan keringat tidak bisa disalurkan ke permukaan kulit oleh karena adanya sumbatan mengakibatkan keringat tertahan di bawah kulit sehingga timbul miliaria.

Penyebabnya?

Faktor-faktor yang mendukung terjadinya produksi keringat berlebihan dan tersumbatnya saluran keringat memicu timbulnya miliaria. Saluran keringat pada bayi masih imatur sehingga mudah pecah bila berkeringat, hal ini mengawali timbulnya miliaria. Daerah tropis dengan suhu dan kelembaban tinggi, penggunaan inkubator pada bayi, dalam keadaan demam atau aktivitas dan olah raga berlebihan akan menimbulkan rangsangan pada kelenjar keringat untuk memproduksi keringat sebagai usaha menjaga keseimbangan suhu tubuh. Hal tersebut dapat sebagai pencetus atau memperburuk gejala miliaria. Selain itu, gangguan hormonal, obat-obatan dan paparan radiasi ultraviolet juga telah dilaporkan sebagai pencetus timbulnya miliaria.

Gejalanya?

Terdapat 3 jenis miliaria yang digolongkan berdasarkan lokasi terjadinya sumbatan saluran keringat yaitu miliaria kristalina, miliaria rubra dan miliaria profunda.

Pada miliaria kristalina, sumbatan saluran keringat terletak di permukaan kulit yaitu di stratum korneum (lapisan kulit paling luar). Secara klinis tampak gelembung kecil berisi cairan jernih dengan ukuran 1-2 milimeter dan mudah pecah dengan penekanan. Jarang disertai peradangan dan biasanya tidak tidak menimbulkan keluhan (asimptomatis). Pada bayi sering dijumpai di kepala, leher dan tubuh bagian atas.

Pada miliaria rubra, sumbatan terletak lebih dalam dan secara klinis tampak bintil-bintil kemerahan dan gelembung kecil berisi cairan jernih dengan dasar kulit kemerahan. Berbeda dengan miliaria kristalina, miliaria rubra memberikan gejala yang sangat gatal dan perih. Di sekitar lesi biasanya tidak terdapat keringat (anhidrosis) dan bila keadaan ini meluas dapat menimbulkan hiperpireksia karena kegagalan mengeluarkan panas. Pada bayi sering dijumpai di leher, lipat paha dan ketiak sedangkan pada dewasa timbul pada tempat-tempat yang mendapat tekanan atau bergesekan dengan pakaian.

Jenis yang terakhir ini agak jarang terjadi kecuali di daerah tropis. Miliaria profunda biasanya timbul setelah miliaria rubra yang terjadi berulang. Secara klinis tampak bintil-bintil berwarna putih, keras dengan ukuran 1-3 milimeter tanpa rasa gatal dan peradangan. Karena letak sumbatan keringat yang lebih dalam maka secara klinis lebih banyak berupa bintil-bintil daripada gelembung berisi cairan.

Miliaria kristalina dan miliaria rubra dapat terjadi pada semua umur, namun lebih sering terjadi pada bayi dan balita. Sedangkan miliaria profunda lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan pada bayi dan anak-anak.

Yang harus dilakukan?

Kunci pencegahan dan penanganan miliaria adalah mencegah timbulnya keringat berlebih. Tindakan tersebut meliputi menghindari suhu panas dan kelembaban tinggi, mengusahakan regulasi suhu yang baik dan pemilihan pakaian yang tepat.

Mengurangi aktivitas pada cuaca panas merupakan pilihan yang bijaksana. Regulasi suhu yang baik dapat diusahakan dengan menjaga ventilasi agar sirkulasi udara berlangsung lancar dan bila memungkinkan dengan penggunaan air conditioning (AC). Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat dan terbuat dari bahan tebal, sebaiknya pilih pakaian yang tipis dan mampu menyerap keringat dengan baik. Kompres dingin dan memperbanyak frekuensi mandi dapat juga dilakukan.

Miliaria kristalina tidak harus diobati karena tidak menimbulkan keluhan yang berarti dan dapat sembuh sendiri dengan menjaga kulit tetap kering dan sejuk. Untuk memberikan rasa nyaman dan mengurangi rasa gatal pada miliaria rubra dapat diberikan lotion yang mengandung calamin dengan atau tanpa menthol dan bila terjadi peradangan dapat diberikan krim kortikosteroid. Jangan memberikan bedak terlalu tebal dan pada kulit yang basah karena dapat membentuk adonan yang memperberat sumbatan. Garukan dapat mengakibatkan luka dan infeksi sekunder, pada keadaan tersebut dapat dipertimbangkan penggunaan antibiotika topikal.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Dok, tolong bahas ttng batuk alergi donk…
    very-very important…
    lg terserang batuk alnya…oya, sekalian mo oncall..
    🙂

  2. Dengan adax penjelasan ini masyarat bs mengetahui plng tdk sdkt cara untuk mencegah terjadix biang keringat,maksi atas penjelasan yg telah di berikan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: