P3K : Luka, harus diapakan?

May 22, 2009 at 12:11 am | Posted in Fist aid | 5 Comments
Tags: , ,

KitKasus luka sangat sering dijumpai dalam keseharian. Luka lecet atau robek karena terjatuh, tersayat pisau saat memasak, tertusuk paku atau jarum serta lainnya. Pertolongan awal di rumah sangatlah penting, apa yang harus dilakukan?

Luka adalah terputusnya jaringan di bawah kulit. Ada beberapa jenis luka berdasarkan penyebab terjadinya yaitu abrasion (luka lecet), laseration (luka robek), incisi (luka sayat), puncture (luka tusuk), morsum (luka gigitan) dan combustio (luka bakar). Dalam tulisan kali ini belum membahas mengenai penanganan luka bakar.

Prinsip awal penanganan luka meliputi pembersihan luka, penghentian perdarahan, penutupan luka dan pencegahan infeksi.

Pembersihan luka

19602Setiap luka harus segera dibersihkan dengan air yang mengalir sehingga akan mempercepat penyembuhan. Guyur dengan air bersih sebanyak-banyaknya untuk membersihkan pasir, tanah atau benda asing lainnya, bila masih menempel tekan-tekan dengan kasa basah. Jangan menggunakan kapas karena tidak menyerap air.

Penghentian perdarahan

19603Kebanyakan luka robek disertai dengan perdarahan. Perdarahan dapat berasal dari pembuluh darah arteri yang ditandai dengan adanya semprotan darah atau pembuluh darah vena yang ditandai dengan adanya darah yang mengalir atau terus merembes. Bila perdarahannya banyak kemungkinan bisa menimbulkan syok, oleh karena itu perdarahan harus segera dihentikan. Caranya dapat dilakukan dengan penekanan pada bagian yang luka dan diposisikan bagian yang luka tersebut lebih tinggi dari jantung lalu dipertahankan sampai perdarahan berhenti. Bila perdarahan tidak berhenti bisa dilakukan penekanan pada pembuluh darah yang memberi pasokan pada darerah luka. Tekanan dilakukan pada pembuluh darah yang terletak lebih dekat ke jantung (lebih proksimal).

Penutupan luka

19605Prinsip penutupan luka adalah menciptakan suatu lingkungan yang baik pada luka sehingga proses penyembuhan berlangsung optimal. Luka diolesi antiseptik atau antibiotik topical lalu ditutup dengan kasa (sebaiknya jangan dengan kapas). Penggantian balutan kasa tergantung luas luka dan banyak sedikitnya cairan yang terbentuk dari luka.

Pencegahan infeksi

Prinsipnya, pada luka bersih tiak perlu diberikan antibiotik dan pada luka yang terkontaminasi atau luka kotor maka perlu diberikan antibiotik. Luka tusuk, luka gigitan dan luka yang terkontaminasi kuman anaerob seperti karat, kotoran kuda memerlukan suntikan anti tetanus.

Segera ke dokter bila :

–  Luka yang luas atau dalam

–  Luka dengan perdarahan hebat atau tidak berhenti dengan penekanan selama 15 menit

–  Luka yang kemungkinan memerlukan jahitan

–  Luka tusuk atau luka gigitan

–  Adanya tanda-tanda infeksi

5 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. bagus

    • Suksma

  2. thanks.isi n;tampilanya bagus.

  3. thanx !!!!

  4. nice. . .
    Tp sy msh sdkt bingung, kalo luka yg trbuka lbh baik di tutup atau dibiarkan terbuka stlah diberi antibiotik?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: