Minum metanol, pasti kelenger . . .

June 8, 2009 at 8:40 am | Posted in Health | 3 Comments
Tags: , , ,

mabukMasih ingatkah tragedi arak melon tahun 2002 lalu di Bali. Ya, sembilan orang keracunan dengan dua diantaranya meninggal dan satu orang mengalami cacat menetap (kebutaan). Kejadian seperti ini berulang lagi dengan korban yang jauh lebih banyak. Bulan mei kemarin kita dihebohkan dengan keracunan miras oplosan, yang diduga mengandung metanol. Sampai 1 Juni 2009 tercatat sudah 23 orang korban meninggal termasuk 2 diantaranya warga negara asing. Dari hasil otopsi korban yang telah meninggal ternyata didapatkan adanya kandungan metanol dalam darah korban yang melebihi ambang batas.

Metanol merupakan salah bentuk alkohol yang memiliki struktur paling sederhana namun mempunyai efek beracun yang paling hebat dari jenis alkohol lainnya. Metanol juga disebut metil alkohol, wood alcohol atau yang paling umum adalah spiritus. Metanol yang mempunyai rumus kimia CH­3OH dalam ruangan akan berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas.

Gejala keracunan methanol mirip dengan keracunan alkohol lainnya. Gejala awal yang tampak adalah perasaan senang yang berlebihan (euphoria) dan kelemahan otot yang kemudian diikuti oleh mual, muntah, sakit kepala, hilang ingatan, gangguan perut sampai mata yang memerah. Pada keracunan yang berat dapat terjadi penekanan sistem pernafasan dan denyut jantung. Penderita dapat dengan cepat mengalami koma dan kematian. Sebelum meninggal penderita dapat kejang-kejang.

Dalam darah, metanol oleh enzim dehydrogenase akan diubah menjadi formaldehid dan asam format selain itu juga menimbulkan penumpukan asam laktat yang akan menyebabkan terjadinya asidosis. Asidosis ini harus diobati terlebih dulu karena dapat mengancam jiwa penderita.

Secara teoritis etanol adalah merupakan antidotum spesifik terhadap keracunan metanol. Selama etanol mempunyai daya ikat dengan alkohol dehydrogenase (ADH), dengan kekuatan 20 X lebih besar dari metanol, maka etanol merupakan pilihan utama sebagai substrat untuk enzim ADH tersebut. Metabolisme metanol akan berkurang sehingga efek racunnya juga diharapkan berkurang. Pengobatan dengan cuci darah (hemodialisis) juga dapat dilakukan untuk mengeluarkan metanol, bila kadarnya dalam darah tinggi. Dosis mematikannya sekitar 30 ml, tetapi telah dilaporkan dosis yang mematikan dapat mencapai 500 ml, hal tersebut bergantung pada individu.

Orang sudah minum arak dari jaman dahulu namun mengapa baru sekarang timbul korban keracunan sampai meninggal dunia? Kesalahan siapakah ini, konsumen atau produsenkah?

Yang pasti, kita ga usah minum-minuman keras . . . . .ok?

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. stop dumun minum

  2. makanya kalau minum cukup beer aja, dan tau batas.. hehehe

  3. @yudi n wira : setuju . . .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: