Pencegahan rabies setelah gigitan binatang

September 15, 2009 at 2:41 am | Posted in Fist aid | 5 Comments
Tags: , , , , , ,

Profilaksis pasca paparan

rabiesRabies kembali merebak di Bali, setelah Badung kini muncul di Tabanan. Korban jiwa pun telah ada, jangan anggap remeh. Segera lakukan tindakan pencegahan dan laporkan kepada pihak-pihak terkait bila menemukan saudara, teman atau lainnya yang tergigit anjing.

Apa yang harus dilakukan setelah tergigit binatang yang beresiko menularkan rabies?

Yang pertama dan paling penting adalah penanganan luka gigitan untuk mengurangi atau mematikan virus rabies yang masuk lewat luka gigitan. Cara yang efektif adalah dengan membersihkan luka dengan sabun atau detergen selama 10-15 menit kemudian cuci luka dengan air (sebaiknya air mengalir) . Lalu keringkan dengan kain dan beri antiseptik seperti betadine atau alkohol 70%. Segera bawa ke pusat pelayanan kesehatan. Di pusat pelayanan kesehatan, pencucian luka akan kembali dilakukan. Biasanya memakai larutan perhidrol 3% (H2O2) yang dicampur dengan betadine kemudian dibilas dengan larutan fisiologis macam NaCl 0,9%. Luka gigitan sebaiknya tidak dijahit. Bila diperlukan jahitan, dilakukan setelah pemberian infiltrasi lokal antiserum, jahitan tidak boleh terlalu erat (longgar) dan tidak menghalangi pendarahan dan drainase.

Kemudian pencegahan berikutnya adalah proteksi imunologi dengan pemberian vaksin anti rabies (VAR) terutama pada kasus yang memiliki resiko untuk tertular rabies. Vaksin diberikan sebanyak 4 kali yaitu hari ke-0 (2 kali pemberian sekaligus), lalu hari ke-7 dan hari ke-21. Dosisnya 0,5 ml baik pada anak-anak maupun dewasa. Pada luka yang lebih berat dimana terdapat lebih dari satu gigitan dan dalam sebaiknya dikombinasi dengan pemberian serum anti rabies (SAR) yang disuntikkan di sekitar luka sebanyak mungkin dan sisanya disuntikkan intra muskuler.

Selain itu harus dipertimbangkan pemberian vaksin anti tetanus, antibiotika untuk pencegahan infeksi dan pemberian analgetik untuk mengurangi nyeri.

5 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. postingan ini sangat berguna sekali, terima kasih atas infonya. oya, sekalian dong info tentang bagaimana kemungkinan menular diantara anjing atau hewan?

    • @wira: thx atas commentnya
      virus rabies terdapat pada air liur hewan yg terinfeksi. virus ini menular ke hewan lain atau manusia melalui gigitan atau jilatan, kemudian virus akan menyebar ke otak dan berkembang biak. setelah itu virus akan menyebar kembali ke saraf tepi termasuk ke saraf kelenjar air liur dan air liur. adapun hewan yg dapat menjadi perantara adalah anjing, kucing dan kera.
      semoga keterangan ini berguna ……

  2. Makin rame aja nih di Bali. Yang penting kita tetep waspada. Mencegah jauh lebih berguna…

  3. Mau Share Ya. Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit, termasuk rabies ,yg bekerja secara holistik. Propolis adalah zat yang dihasilkan oleh lebah sebagai obat dan pencegahan penyakit (seperti yang telah dinyataka dalam Q.S. An Nahl Ayat 69). Info tentang propolis dapat kunjungi obatpropolis.com

    semoga bermanfaat
    Rahmah

  4. Baca juga ini Apa itu rabies


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: